saindra
Sekarang jam 1:47 am, ngga bisa tidur. HP ngga aktif sedari siang sekitar jam setengah 12. Diawali dengan senyuman, canda, dan tawa seperti biasanya. Namun berakhir dengan pertengkaran. HP nonaktif mpe tulisan ini dibuat. Kepikiran untuk ol bentar. Dugaanku benar. Dia menulis "separuh jiwaku pergi". Ak g tw harus gmn. Kondisi seperti ini sering kita alami. Bener-bener sesak. Selama HP nonaktif kucoba menenangkan diri. Game, ngobrol ama temen, beli ikan, liatin ikan di aquarium mpe jam segini hingga kepikiran untuk OL dan buat blog baru.

Dia menyuruhku datang di wisudanya tgl 10 Okt. Tapi krn situasi yg g memungkinkan, hal itu sangat kecil untuk terpenuhi. Ingin datang, tapi beberapa alasan dibenakku menghambatnya dan terus membuatku berpikir untuk memikirkannya kembali. Aku baru di jogja sekitar seminggu, wisudanya 9 hari lagi. Ada beberapa yang mengganjal:
  • Kalau seandainya aku pulang, pasti ortu drmh bakal bilang "Baru seminggu kok sudah pulang lagi?disana kerjaannya gmn?".
  • Dua hari yg lalu aku cek kegiatan kursus CCNA2 ku ternyata sudah jalan minggu depan.
  • Suasana keluarganya ngga menjamin aku diharapkan hadir disana karena aku belum terlalu akrab dengan kedua ortunya.
  • Masalah finansial, dan yg paling mengganjal,
  • Apa ada yg menjamin kalau seandainya aku datang trus semua akan berbalik menjadi indah?karena ada kemungkinan jika ortunya juga datang, maka aku cuma sebagai pelengkap aja.
Emang sih ada benarnya ia menulis "Ini g adil", karena pada saat wisudaku dia menyempatkan diri untuk datang. Tapi kondisi yg dialaminya dengan kondisi yg aku alami sekarang sangat jauh berbeda. Dia sudah sangat akrab dengan keluargaku, finansial ditanggung keluargaku, dan dia hanya perlu berpikir untuk mencari alasan ke jogja untuk keluarganya.

Hhhh...rumit memang.. Mudah2an masalah ini cepat teratasi. Nanti siang rencananya pengumuman hasil ujian masuk S2 ku keluar. Kalau seandainya lulus, mybe ak bs dtg.
Kalau ngga, hhhh... point diatas bertambah dehh..

Hal yg dapat merubah itu semua sekaligus membuat aku berpikir untuk datang.
Hanya jaminan bahwa aku datang memang karena benar2 dibutuhkan, tidak disia-siakan, dan kedatanganku akan menjadi kenangan yg manis. Kalau itu dia dapat penuhi, aku pasti menyempatkan diri untuk datang.
Mungkin tulisan ini dapat membantu meringankan bebanku, aku jadi punya catatan hidup untuk beranjak lebih baik di esok hari.